Blog

9 May 2019

Memperkaya Aset Perusahaan di Era Industri 4.0

Perusahaan-perusahaan di dunia kini tengah dihadapkan dengan proses perubahan era industri 3.0 menuju industri 4.0.  Perubahan tersebut memberikan dampak yang cukup besar bagi perusahaan, terutama dalam bidang aset. Pada dasarnya sebuah perusahaan dapat memiliki tangible asset (tanah, bangunan, peralatan, mesin, dan aset lainnya yang bersifat fisik) dan intangible asset (informasi, data, royalti, dan ilmu pengetahuan).  Jika di tahun 1980an tangible asset dapat mencakup 60% aset sebuah perusahaan, saat ini perusahaan didominasi oleh intangible asset dengan perbandingan 80% banding 20%. Oleh karena itu, perusahaan perlu meningkatkan daya saingnya untuk memperkaya intangible asset agar tidak ketinggalan dengan perusahaan kompetitor lainnya.

Perbandingan aset perusahaan besar di dunia (Antonic, 2005 dalam Jelenic, 2011)

Sebagai bagian dari intangible asset, ilmu pengetahuan perlu dikembangkan bagi seluruh karyawan perusahaan. Pengembangan tersebut dapat dicapai dengan melakukan knowledge management, dimana penerapannya akan mendukung inovasi dan memunculkan gagasan-gagasan bisnis baru dalam perusahaan. Hal tersebut nantinya akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan penurunan ongkos pemasaran karena karena produk dan servis yang ditawarkan perusahaan kita sampai ke pasar lebih cepat dengan kinerja cerdas karyawan.

Dalam perwujudannya, knowledge management membutuhkan empat tahapan, yaitu:

  1. Knowledge acquirement, kemampuan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan bagi seluruh karyawan perusahaan.
  2. Knowledge assimilation, kemampuan untuk memilih ilmu pengetahuan secara tepat sehingga dapat menyesuaikan antara pengetahuan yang dibutuhkan perusahaan dengan pengetahuan yang tersedia.
  3. Knowledge transformation, kemampuan untuk menggabungkan pengetahuan yang terpisah-pisah agar menjadi satu kesatuan baru yang lebih baik.
  4. Knowledge use, kemampuan untuk memasukkan pengetahuan tersebut ke dalam proses bisnis perusahaan sehingga dapat mencapai target pasar.

Tahapan dalam perwujudan knowledge management (modifikasi dari Zahra dan George, 2010 dalam Jelenic, 2011)

Untuk menerapkan setiap tahapan dari knowledge management tersebut tentunya diperlukan langkah yang bijak agar dapat berjalan dengan efektif dan efisien. Makara Insight dalam hal ini memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan perusahaan akan knowledge management tersebut dalam setiap tahapnya. Solusi tersebut terwujud melalui Corporate Digital Library, perpustakaan digital khusus karyawan perusahaan yang mencakup sumber ilmu pengetahuan yang terintegrasi. Perusahaan tidak hanya dapat mengakses sumber pengetahuan dari penerbit berkualitas sesuai dengan permintaan, tetapi juga dapat membagikan sumber pengetahuan bagi seluruh karyawan di dalam Corporate Digital Library. Dengan demikian, tahapan knowledge acquirement, assimilation, dan transformation dapat berjalan. Selanjutnya, untuk memastikan bahwasannya pengetahuan tersebut dimasukkan dalam proses bisnis perusahaan, Corporate Digital Library juga menyediakan fitur bagi divisi sumber daya perusahaan agar dapat memastikan setiap karyawan mengakses pengetahuan tersebut dengan benar dalam bentuk data statistik dalam periode tertentu.

Hanya dengan mengambil satu langkah tepat, yaitu Corporate Digital Library yang telah mencakup semua tahapan yang diperlukan dalam penerapan knowledge management, perusahaan dapat mencapai tujuan utama untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi ongkos hingga produk dan servis sampai ke tangan pasar. Pada akhirnya, perusahaan dapat terus memperkaya intangible asset dan bersaing kedepannya.

 

 

Tak Berkategori
About Aulya Ulfah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *